Ketika kita terpesona dengan dunia, maka dunia jual mahal. Lari tak mau kita raih.
Mana kala kita mengejar akhirat, maka dunia jatuh harganya dan merengek minta kita ambil..
Ambillah ia dan hargai ia jika halal, sekecil apapun ia. Karena saat itu ia berharga plus. Ia anugerah dari Allah
Dan jangan sedikitpun menghargainya, sebesar apapun ia, jika ia tak halal. karena saat itu ia berharga minus. Ia godaan penguji kualitas kita.
Dunia yang baik adalah jembatan menuju akhirat yang jauh lebih baik.
Buatlah jembatan sebaik mungkin. Jika ingin selamat sampai ke sebrang akhirat. Negeri yang keindahannya melebihi mimpi, diatas angan-angan , melampaui khayalan puncak tukang khayal.
1. Sungguh2 lah mengejar akhirat
Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.
( QS. Al Israa’ 17:19 )
2. Tawakal
Dari Umar bin Khattab r.a. berkata, bahwa beliau mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sekiranya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah swt. dengan tawakal yang sebenar-benarnya, sungguh kalian akan diberi rezeki (oleh Allah swt.), sebagaimana seekor burung diberi rezeki; ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang. (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah)
3. Syukur
Sungguh jika kalian bersyukur, Aku tambah nikmatKu, sungguh jika kalian tak menysukuri, sungguh adzabKu amat pedih (Ibrahim:7)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar